BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Inovasi digital di tingkat Rukun Tetangga (RT) mulai menunjukkan peran strategis, tidak hanya untuk pendataan warga, tetapi juga perencanaan kebutuhan dasar masyarakat.
Hal ini dilakukan RT 59 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, melalui Sistem Informasi Terpadu (SISTER).
Program berbasis digital ini memungkinkan warga mengisi data secara mandiri, mulai dari identitas, komposisi keluarga, hingga aktivitas sosial. Data tersebut kemudian terintegrasi dan dapat diakses secara cepat untuk berbagai kebutuhan.
Ketua RT 59, Tamuji Hari Wartono, menjelaskan bahwa sistem ini menggunakan Google Form yang terhubung dengan Google Sheet, sehingga data langsung terklasifikasi secara otomatis.
“Dari data itu kita bisa langsung tahu jumlah balita, remaja, lansia, bahkan kategori lain seperti agama. Tinggal klik, datanya sudah muncul,” ujarnya, pada Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, sistem ini terintegrasi dengan data dasawisma dan PKK. Pengisian dilakukan oleh warga dewasa yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sementara balita diwakili oleh anggota keluarga.
Menariknya, sistem ini dirancang inklusif tanpa membedakan warga asli maupun pendatang. Seluruh warga RT 59 yang saat ini berjumlah sekitar 130 kepala keluarga dapat berpartisipasi aktif. “Semua warga dilibatkan, tidak ada perbedaan. Ini untuk kepentingan bersama,” katanya.
Sejak diluncurkan pada Februari 2026, SISTER berjalan tanpa kendala berarti dan mulai dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial seperti posyandu dan PKK.







