BorneoFlash.com, NUSANTARA — Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu lokasi pemantauan hilal dalam penentuan 1 Syawal 1447 H, dengan posisi hilal tercatat berada di atas 2 derajat dan elongasi sekitar 4,51 derajat, pada Kamis (19/3/2026).
Pengamatan rukyatul hilal dilakukan di Rusun ASN 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara oleh tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kondisi pandangan ke ufuk barat yang cukup baik (relatif terbuka) sehingga mendukung proses pengamatan hilal.
Namun demikian, hasil pemantauan tersebut menunjukkan bahwa hilal belum dapat terlihat karena posisinya masih berada di bawah kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Sebagai informasi, kriteria MABIMS menetapkan batas minimal visibilitas hilal pada ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menyampaikan bahwa hasil perhitungan rukyatul hilal ini akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H.
“Kita tidak dapat memberikan keputusan, harus tetap menunggu hasil sidang isbat di Jakarta. Harapannya, momentum Ramadan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan yang terpenting kita tetap menjaga keutuhan,” ujarnya.








