Menurut Yassierli, perusahaan yang ingin tumbuh berkelanjutan tidak bisa hanya melihat pekerja sebagai bagian dari proses produksi. Di balik target dan angka-angka bisnis, ada manusia yang bekerja untuk menghidupi keluarga dan ingin merayakan hari raya dengan layak.
Menaker juga mengapresiasi pengurus Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL–KSARBUMUSI yang telah memfasilitasi para anggotanya. Ia menekankan bahwa kolaborasi aktif antara serikat pekerja dan perusahaan merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan transformatif.
Dalam kesempatan yang sama, Yassierli turut menyinggung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online dan kurir online menjelang Idulfitri 2026. Ia mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah melakukan dialog intensif sebanyak 11 kali dengan pihak aplikator.
Dari dialog tersebut, disepakati bahwa Bonus Hari Raya (BHR) tahun ini cair sebesar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Yassierli, langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah agar para pekerja di sektor ekonomi digital juga merasakan dukungan yang lebih layak saat hari raya.
“Ini adalah pencapaian baru dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo. Meskipun statusnya kemitraan, kita ingin membangun semangat kekeluargaan. Yang namanya mitra harus sama-sama sukses dan sejahtera,” tegas Menaker.

Sementara itu, Komisaris Utama Panasonic Gobel, Rahmat Gobel, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap dunia industri. Ia menilai perhatian pemerintah menunjukkan keberpihakan yang nyata pada keberlangsungan industri nasional sekaligus kesejahteraan pekerja.
“Tentu tak lepas dari perhatian khusus Pak Menteri yang selalu hadir dalam kegiatan kami. Ini membuktikan bahwa pemerintah betul-betul memperhatikan kegiatan industri di tanah air kita sendiri,” katanya. (*/Biro Humas Kemnaker)






