Jelang Idulfitri, Harga Cabai dan Bumbu Dapur di Balikpapan Mulai Merangkak Naik

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Cabai salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Cabai salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
banner 300×250

Sementara itu, harga bawang untuk jenis tertentu kini mencapai Rp50 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu. Kenaikan ini dinilai cukup cepat karena terjadi menjelang puncak kebutuhan masyarakat.

 

“Biasanya memang seperti ini, kalau sudah dekat Lebaran pasti naik. Permintaan meningkat, jadi harga ikut terdorong,” ujarnya.

 

Pedagang memastikan bahwa lonjakan harga lebih dipicu oleh meningkatnya permintaan dibandingkan gangguan distribusi. Stok barang disebut masih tersedia, meskipun tekanan permintaan mulai terasa di pasar.

 

“Stok sebenarnya masih ada. Ini lebih ke arah mau Lebaran saja, bukan karena barang langka,” jelasnya.

 

Di sisi lain, pembeli mulai merasakan dampak kenaikan harga, namun tetap berbelanja karena kebutuhan dapur tidak bisa ditunda, terutama untuk persiapan hidangan Lebaran.

 

Pemerintah daerah diharapkan terus memantau pergerakan harga guna menjaga stabilitas pasar. Langkah seperti operasi pasar dinilai penting untuk menekan lonjakan harga agar tetap terjangkau.

 

Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga jelang Lebaran merupakan fenomena tahunan. Meski demikian, pasar tradisional di Balikpapan masih berjalan relatif stabil, didukung pasokan yang cukup dan permintaan yang tetap terjaga. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.