Aqiqoh Nurul Hayat Sajikan Kambing Guling untuk Jamaah I’tikaf Finishing Touch of Ramadan 1447 H

oleh -
Editor: Ardiansyah
Keterlibatan Aqiqah Nurul Hayat merupakan bentuk syukur bisa turut meramaikan malam ke-27 Ramadan. Foto: BorneoFlash/Ardian
Keterlibatan Aqiqah Nurul Hayat merupakan bentuk syukur bisa turut meramaikan malam ke-27 Ramadan. Foto: BorneoFlash/Ardian
banner 300×250

“Ramadan sudah dimuliakan oleh Allah, lalu dimuliakan lagi dengan sepuluh malam terakhir. Inilah yang seharusnya menjadi buruan kita,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan agar kelelahan fisik tidak mengalahkan semangat iman.

 

“Jangan sampai kita lelah dalam beribadah, lalu kelelahan itu justru mengalahkan keimanan kita. Justru di penghujung Ramadan inilah kita harus semakin semangat memperbaiki diri,” tambahnya.

Ketua Katro Chapter Balikpapan, Bang Sadrie turut membantu menyiapkan hidangan kambing guling. Foto: BorneoFlash/Ardian
Ketua Katro Chapter Balikpapan, Bang Sadrie turut membantu menyiapkan hidangan kambing guling. Foto: BorneoFlash/Ardian

Keistimewaan malam tersebut juga terasa melalui kebersamaan yang dihadirkan oleh Aqiqoh Nurul Hayat. Hidangan gulai dan kambing guling yang disajikan bukan sekadar santapan, tetapi menjadi simbol kebahagiaan berbagi di bulan penuh ampunan.

 

Pimpinan Cabang Nurul Hayat Balikpapan menyampaikan bahwa keterlibatan mereka merupakan bentuk syukur bisa turut meramaikan malam ke-27 Ramadan.

 

“Kami ingin berbagi kebahagiaan, meramaikan malam istimewa ini bersama Katro dan seluruh jamaah,” ungkapnya.

Kajian ala jalanan dari Katro Chapter Balikpapan hadir di selama sepuluh malam terakhir Ramadan di Masjid Baitul Anwar. Foto: BorneoFlash/Ardian
Kajian ala jalanan dari Katro Chapter Balikpapan hadir di selama sepuluh malam terakhir Ramadan di Masjid Baitul Anwar. Foto: BorneoFlash/Ardian

Di penghujung malam, ketika doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, tak ada yang benar-benar tahu apakah itulah malam Laylatul Qadar. Namun yang pasti, kehangatan, kebersamaan, dan ketulusan ibadah malam itu menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

 

Masjid Baitul Anwar dan Katro Balikpapan berharap, momen ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi menjadi titik balik bagi setiap jamaah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah—tidak hanya di Ramadan, tetapi juga setelahnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.