Keputusan investasi ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan gas laut dalam Indonesia dan memperkuat kemitraan antara Eni dan Pemerintah Indonesia. Volume gas dan LNG yang signifikan dari proyek ini akan mendukung ketahanan energi jangka panjang Indonesia.
Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik keputusan investasi tersebut. Menurutnya, FID proyek ini menjadi sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas di Indonesia.
”Keputusan investasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. SKK Migas bersama pemerintah akan terus mendorong percepatan pengembangan proyek-proyek strategis seperti ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi”, imbuhnya.
”Dengan investasi senilai US$ +15 milyar, secara paralel Eni sedang menjalankan proses tender pengadaan barang dan jasa, serta telah membeli barang yang merupakan LLI (Long Lead Item). Kemarin Managing Director Eni Indonesia telah melaporkan kepada Bapak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang pengumuman FID ini”, pungkas Djoko
Investasi ini dapat menimbulkan efek berganda diantaranya terkait dengan penyerapan tenaga kerja, ‘’Dengan nilai investasi tersebut, diperkirakan akan menyerap banyak sekali tenaga kerja, hingga ribuan orang,’’ kata Djoko.
Selain itu, proyek ini juga akan menjadi bagian dari aset yang akan digabungkan dalam kerja sama bisnis antara Eni dan perusahaan energi Malaysia Petronas, untuk membentuk perusahaan baru (NewCo) yang ditargetkan memiliki produksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.
Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen gas penting di kawasan Cekungan Kutai di Selat Makassar, wilayah yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis Indonesia. (*)







