Harga Cabai Rawit di Pasar Segiri Samarinda Melonjak Jelang Idulfitri

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Aktivitas pedagang cabai dan bawang di Pasar Segiri Samarinda menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Aktivitas pedagang cabai dan bawang di Pasar Segiri Samarinda menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
banner 300×250

Selain cabai rawit, lonjakan harga juga terjadi pada cabai keriting yang kini dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga normal Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai besar relatif stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp35 ribu.

 

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang saat ini dipasarkan dengan harga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, dibandingkan harga normal sekitar Rp35 ribu per kilogram.

 

Menurut Anis, penyebab kenaikan bawang merah tidak berbeda dengan cabai, yakni karena terbatasnya pasokan dari daerah penghasil.

 

“Kenaikan harga bawang merah dipicu oleh kondisi pasokan yang terbatas, terutama dari daerah pemasok utama,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, harga bawang putih dan bawang bombai relatif stabil karena sebagian besar berasal dari impor sehingga ketersediaannya lebih terjaga.

 

“Komoditas seperti bawang putih dan bawang bombai berasal dari impor, sehingga stoknya dapat disimpan lebih lama sebelum didistribusikan ke pasar,” terangnya.

 

Saat ini, harga bawang putih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, sedangkan bawang bombai sekitar Rp30 ribu per kilogram.

 

Meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas, Anis menilai daya beli masyarakat justru tidak mengalami peningkatan signifikan. Ia menyebutkan bahwa aktivitas penjualan tahun ini cenderung lebih sepi dibandingkan periode Lebaran sebelumnya, dengan penurunan omzet diperkirakan mencapai sekitar 30 persen.

 

“Daya beli masyarakat tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga aktivitas penjualan tidak seramai biasanya,” tuturnya.

 

Ia menambahkan, tren kenaikan harga seperti ini umumnya berlangsung dalam periode terbatas, yakni sekitar satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya aktivitas panen karena banyak petani yang turut merayakan hari raya.

Baca Juga :  Kobarkan Semangat Sinergi, PT KPI Unit Balikpapan Gelar Turnamen KPI CUP III 2025

 

“Pada periode Lebaran, aktivitas panen cenderung menurun karena petani juga merayakan hari raya bersama keluarga,” pungkasnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.