Trump Belum Nyatakan Operasi Militer AS terhadap Iran Berakhir

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Presiden AS Donald Trump. FOTO : ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.
Presiden AS Donald Trump. FOTO : ANTARA/Anadolu Ajansi/pri.
banner 300×250

BorneoFlash.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum siap menyebut operasi militer terhadap Iran telah berakhir, seperti dilaporkan RIA Novosti pada Senin.

 

“Saya masih belum menyatakan operasi ini berakhir,” ujar Trump kepada wartawan saat menjawab pertanyaan apakah penghancuran kemampuan militer Iran perlu diikuti deklarasi resmi berakhirnya operasi.

 

Trump juga mengeklaim Amerika Serikat dan Iran tengah menjalankan dialog diplomatik di tengah konflik yang masih berlangsung.

 

“Kami sedang berbicara dengan mereka, tetapi saya rasa mereka belum siap. Namun mereka sudah cukup dekat dengan kesepakatan dengan AS,” kata Trump.

 

Pada 28/2/2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan, korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

 

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah target militer AS di kawasan Timur Tengah.

 

Amerika Serikat dan Israel menyebut operasi tersebut sebagai serangan pendahuluan untuk menghadapi dugaan ancaman dari Teheran terkait program nuklirnya. Namun, keduanya kini juga mempertimbangkan kemungkinan mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

 

Sumber: Sputnik. (*

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.