BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Aktivitas mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Samarinda diperkirakan mencapai puncaknya, pada Minggu (15/3/2026).
Sejumlah kapal penumpang yang melayani rute Samarinda menuju Parepare terlihat dipadati masyarakat yang hendak kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Lonjakan penumpang terlihat pada keberangkatan beberapa kapal yang melayani jalur laut ke Sulawesi Selatan. Para pemudik memanfaatkan moda transportasi laut sebagai alternatif perjalanan, terutama karena keterbatasan tiket pesawat pada periode mudik.
Salah seorang penumpang KM Prince Soya, Abdullah Faisal, mengaku memilih perjalanan laut setelah tidak mendapatkan tiket pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya.
“Awalnya saya terbang dari Jakarta menuju Balikpapan menggunakan pesawat. Namun untuk perjalanan selanjutnya tiket penerbangan sudah tidak tersedia, sehingga saya memutuskan melanjutkan perjalanan melalui jalur laut,” ujarnya pada Senin (16/3/2026).
Ia menilai perjalanan menggunakan kapal memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pesawat. Meski demikian, suasana perjalanan terasa lebih santai dan biaya yang dikeluarkan juga lebih terjangkau bagi pemudik.
“Dari sisi biaya, tiket kapal relatif lebih ekonomis. Saya memperoleh tiket sekitar Rp500 ribu untuk perjalanan hingga Parepare. Setelah itu, saya masih harus melanjutkan perjalanan menuju Makassar menggunakan bus atau kendaraan lain,” jelasnya.








