Bahlil Pastikan Pasokan LPG Aman, Tambah Impor dari Australia dan AS

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
PT Pertamina Patra Niaga tambah 7,8 juta tabung LPG 3 kg jelang libur panjang Imlek dan Ramadan. FOTO: Doc PT Pertamina Patra Niaga
PT Pertamina Patra Niaga tambah 7,8 juta tabung LPG 3 kg jelang libur panjang Imlek dan Ramadan. FOTO: Doc PT Pertamina Patra Niaga
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia aman, meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat.

 

Bahlil menjelaskan Indonesia menambah kargo impor LPG dari Australia. Dua kargo telah tiba akhir pekan lalu, dan pihak terkait menjadwalkan dua kargo tambahan masuk pada 28 Maret 2026.

 

“Dua kargo dari Australia sudah masuk, dan tanggal 28 masuk dua kargo lagi,” kata Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

 

Bahlil menekankan langkah ini bagian dari strategi diversifikasi impor untuk menghadapi dinamika global. “Kami juga menandatangani kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain, termasuk Australia,” ujarnya.

 

Saat ini cadangan LPG nasional mencapai 15,66 hari, melebihi batas minimal. Bahlil menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir. “Cadangan LPG dan BBM menjelang hari raya aman,” pungkasnya.

 

Selain Australia, Indonesia mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG per tahun. Tahun ini, Amerika Serikat memasok 70-75% LPG, Timur Tengah 20%, dan Australia sisanya.

 

“Sekarang 70% impor LPG berasal dari Amerika Serikat. Pemerintah terus mencari akses dan solusi agar pasokan energi tetap terjamin,” kata Bahlil dalam Podcast Bukan Abuleke, Kementerian ESDM, Kamis (12/3/2026).

 

Sebelumnya, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi gangguan distribusi energi, khususnya LPG yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga.

 

Komaidi menyebut konsumsi LPG domestik mencapai 9 juta metrik ton per tahun, sedangkan produksi lokal baru 1,8 juta metrik ton. Artinya, Indonesia harus mengimpor 7,2 juta metrik ton per tahun.

Baca Juga :  Listrik Mei 2025: Tarif Tetap, Komitmen Pemerintah Lindungi Konsumen

 

“Amerika Serikat memasok 52% impor LPG Indonesia, sedangkan Timur Tengah 48%, yang kini mengalami konflik regional,” kata Komaidi. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.