BorneoFlash.com, BANDUNG – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi meninjau langsung Program Pemagangan Nasional (MagangHub) di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, pada Jumat (13/3/2026).
Dari kunjungan tersebut, Kemnaker menegaskan bahwa program pemagangan menjadi salah satu upaya strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, berpengalaman, dan siap memasuki dunia kerja.
Cris mengatakan, pemagangan memberi kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan keterampilan sekaligus pengalaman kerja nyata yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.
“Program pemagangan nasional menjadi salah satu cara efektif untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja. Dunia usaha dan industri juga menyambut program ini dengan sangat antusias,” kata Cris.
Menurut Cris, pengalaman kerja menjadi salah satu tantangan utama bagi lulusan baru diploma maupun sarjana saat memasuki pasar kerja. Tidak sedikit pengumuman atau informasi lowongan kerja yang mensyaratkan pelamar telah memiliki pengalaman, sementara banyak lulusan baru belum memiliki bekal tersebut.

“Dalam banyak informasi lowongan kerja, seringkali dicantumkan syarat memiliki pengalaman. Sementara, lulusan diploma atau sarjana yang baru menyelesaikan studi umumnya belum punya pengalaman kerja. Karena itu, Program Pemagangan Nasional selama enam bulan ini penting, karena memberi mereka pengalaman nyata yang nantinya bisa dicantumkan dalam CV dan menjadi bekal untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, Program Pemagangan Nasional yang saat ini berjalan diperkirakan selesai pada April hingga Juni 2026. Setelah itu, Kemnaker akan kembali membuka program MagangHub dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja.
“Kami akan membuka kembali program pemagangan nasional dengan skala yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan,” tuturnya.








