BorneoFlash.com, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pangan nasional aman di tengah gejolak perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
“Sejauh ini pangan aman. Kita telah swasembada, dan produktivitas tetap tinggi. Pangan menjadi pilar penting, terutama saat kondisi sulit. Stok kita aman, jadi tidak ada masalah,” ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan pemerintah mendiversifikasi sumber impor untuk komoditas yang petani belum bisa produksi, seperti gandum.
“Kita mendatangkan gandum dari berbagai sumber. Petani belum bisa memproduksi sendiri, tetapi Amerika Serikat menjadi salah satu pemasok yang jalurnya aman dari dampak perang,” kata Sudaryono.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah terus menjaga cadangan pangan nasional.
Amran menyebut Perum Bulog mengelola stok beras sekitar 3,7 juta ton, sementara sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) menyimpan lebih dari 12 juta ton. Selain itu, petani memperkirakan produksi tanaman yang sedang tumbuh mencapai 10–11 juta ton.
“Pemerintah memperkirakan total cadangan mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga 324 hari ke depan,” ujarnya.
Dengan langkah ini, pemerintah bersama pemangku kepentingan, termasuk Perum Bulog, menjaga pasokan pangan tetap stabil dan memastikan masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi kebutuhannya. (*)








