Iwan menyebutkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Menghadapi peningkatan mobilitas tersebut, manajemen bandara menekankan pentingnya pengelolaan operasional yang lebih presisi, baik di sisi udara maupun di area terminal penumpang.
Seluruh operasional selama periode Lebaran akan dijalankan dengan prinsip 3S + 1C, yakni Safety, Security, Services, dan Compliance, untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran perjalanan para penumpang.
“Sinergi antar-unsur, mulai dari Otoritas Bandara, TNI-Polri, AirNav, maskapai hingga ground handling menjadi kunci untuk memastikan layanan berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Selain kesiapan teknis, seluruh personel yang bertugas juga diingatkan untuk memberikan pelayanan yang humanis kepada para penumpang.
Menurut Iwan, momen mudik bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi juga memiliki nilai emosional bagi masyarakat yang ingin berkumpul dengan keluarga.
“Kami juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan secara berkala serta datang lebih awal ke bandara agar terhindar dari kepadatan di terminal pada hari-hari puncak,” pungkasnya. (*)







