Bagus menegaskan, dukungan anggaran dari APBN tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan di Kota Balikpapan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, lanjutnya, akan mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Selain pengerukan DAS Ampal, Pemkot Balikpapan juga terus menjalankan berbagai langkah pendukung untuk pengendalian banjir.
Di antaranya perbaikan drainase lingkungan, pengendalian pembangunan di sempadan sungai, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran air.
Penanganan banjir di Balikpapan, kata Bagus, dilakukan secara bertahap dan terintegrasi, dengan DAS Ampal menjadi salah satu prioritas karena dampaknya yang luas terhadap aktivitas warga.
“Ini bagian dari komitmen kita menuntaskan persoalan banjir secara sistematis. Dukungan pusat melalui APBN tentu sangat membantu percepatan,” tegasnya.
Pengerukan yang dimulai pada 2026, Pemkot Balikpapan berharap risiko banjir di kawasan Ampal dapat ditekan dan masyarakat merasakan dampak langsung dari program pengendalian banjir tersebut. (*)






