Gus Yahya Dorong Pemanfaatan BoP untuk Perkuat Upaya Perdamaian

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). FOTO: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). FOTO: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai Indonesia perlu memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk mendorong perdamaian di tengah eskalasi konflik global.

 

Ia menyampaikan pandangan itu di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, saat menanggapi posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang berperan mengawal perdamaian di Palestina.

 

“Kita harus mencari cara memanfaatkan BoP untuk mendorong perdamaian,” ujarnya.

 

Selain itu, Gus Yahya menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat harus mengoptimalkan setiap mekanisme yang tersedia guna mendukung upaya perdamaian. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang harus menggali lubang tetapi hanya memiliki sendok.

 

“Kalau kita hanya punya sendok, kita gunakan sendok itu untuk menggali lubang. Begitulah prinsipnya,” katanya.

 

Menurut Gus Yahya, pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya memanfaatkan setiap instrumen yang ada demi menghentikan konflik sekaligus mewujudkan perdamaian.

 

Ia juga mengingatkan semua pihak agar tetap menggunakan alat yang tersedia, meskipun terlihat sederhana atau terbatas. “Kita harus menggunakan apa pun karena kepentingan perdamaian itu absolut,” katanya.

 

Karena itu, ia menegaskan bahwa semua pihak perlu memaksimalkan setiap peluang dan instrumen yang ada untuk menghentikan perang. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.