Tapak Tilas Ali Khamenei, Pengawal Revolusi Iran Sejak 1979

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ali Khamenei mulai masuk ke tampuk kekuasaan berkat kedekatan dengan Ruhollah Khomeini pada tahun 1979. Foto: Istimewa
Ali Khamenei mulai masuk ke tampuk kekuasaan berkat kedekatan dengan Ruhollah Khomeini pada tahun 1979. Foto: Istimewa
banner 300×250

Langkah selanjutnya

Serangan AS-Israel yang mereka arahkan langsung ke pucuk kekuasaan tertinggi Iran disebut merupakan strategi mereka meruntuhkan pemerintahan Republik Islam dengan menciptakan kekosongan kekuasaan.

 

Akan tetapi, gugurnya Ali Khamenei diyakini tidak akan menggoyahkan sistem politik Iran dan transisi kepemimpinan yang berjalan dipastikan masih akan berjalan mulus, kata akademisi dan pengamat Timur Tengah Universitas Padjadjaran Dina Sulaeman.

 

Ia menjelaskan bahwa sistem ideologis dan institusional Iran yang sudah berjalan selama empat dekade telah matang dan memiliki struktur kekuasaan berlapis. Republik Islam Iran pun tidak berjalan sebagai sebuah “rezim personalistik” yang hanya bergantung pada satu figur.

 

“Pengalaman wafatnya Imam Ruhollah Khomeini pada 1989 menunjukkan bahwa transisi bisa berjalan tanpa mengguncang fondasi negara,” kata Dina.

 

Terkait tokoh yang akan menjadi pengganti Ali Khamenei, Dina menyebut bahwa tokoh tersebut harus merupakan ulama yang bergelar Ayatollah, yang merupakan gelar tertinggi dalam keilmuan agama di Iran. “Iran punya banyak Ayatollah,” kata akademisi itu menegaskan.

 

Di tengah kekosongan jabatan Pemimpin Tertinggi, Majelis Ahli yang beranggotakan para ahli agama dan ulama dari seluruh provinsi Iran akan bersidang untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang baru.

 

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan bahwa Majelis Ahli akan berkumpul pada Minggu dan memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran untuk menggantikan Ali Khamenei yang gugur.

 

“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” kata Larijani, sebagaimana disiarkan televisi nasional Iran.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.