Menjelang waktu berbuka, masyarakat mulai berdatangan. Pegawai, pekerja konstruksi, keluarga, hingga anak-anak duduk berdampingan tanpa sekat.
Tidak hanya umat Muslim, warga non-Muslim pun turut hadir menikmati suasana Ramadan yang hangat dan terbuka.
Muslih, pekerja housekeeping di Rusun ASN, mengaku selalu menantikan momen berbuka di Masjid Negara IKN.
“Seru sekali berbuka di sini. Ramai masyarakat datang mencicipi takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak, gurih, bikin nagih,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain rasanya yang khas, akses menuju masjid yang mudah membuatnya bersama rekan-rekan rutin datang untuk berbuka bersama.

Di Nusantara yang terus bertumbuh, Bubur Nusantara bukan sekadar hidangan pembuka puasa. Ia menjadi simbol bahwa IKN dibangun untuk semua—tanpa membedakan latar belakang.
Dalam satu atap Masjid Negara IKN, keberagaman dirayakan dengan cara paling sederhana: duduk bersama dan berbagi semangkuk bubur hangat. (*/Humas Otorita IKN)








