Distribusi material hingga kesiapan tenaga pendukung menjadi bagian dari perencanaan yang harus diperhitungkan secara matang.
“Wilayah kita sangat luas. Jadi pembangunan dan operasional harus benar-benar diperhitungkan agar setiap unit siap saat difungsikan,” tambahnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemkab Kukar juga memperkuat suplai bahan baku pangan melalui koordinasi dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Upaya ini dilakukan guna memastikan kebutuhan beras, sayuran, buah, hingga sumber protein dapat terpenuhi secara stabil.

Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan sekitar 37 kandang ayam petelur di seluruh kecamatan guna menjamin ketersediaan telur berkualitas bagi operasional SPPG.
“Kita ingin program ini berjalan berkelanjutan. Karena itu, selain membangun unitnya, kita juga menyiapkan dukungan bahan baku pangannya,” tegas Sunggono.
Ia memastikan percepatan pembangunan SPPG akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh target 174 unit dapat terealisasi, dengan tetap mengutamakan kelayakan dan pemerataan layanan di seluruh wilayah Kukar.






