“Kami ingin memastikan bahwa di tengah pembangunan yang berlangsung, nilai-nilai keagamaan dan persatuan tetap terjaga. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Bagi sebagian warga, bantuan tersebut menjadi pengalaman yang membekas. Samhari, warga Samboja Barat, mengaku baru pertama kali menerima bantuan serupa sepanjang hidupnya.
“Saya sangat berterima kasih. Baru hari ini saya dapat yang seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin banyak yang menerima,” katanya.
Sugito, Dewan Kemakmuran Masjid Jami’al Mustofa Samboja, juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian terhadap masjid-masjid di wilayahnya.
Dukungan serupa datang dari pemerintah kecamatan. Muhammad Alidin, Pelaksana Tugas Sekretaris Camat Samboja, berharap kolaborasi sosial keagamaan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak rumah ibadah.

Di tengah transformasi besar menuju ibu kota masa depan, Ramadan tahun ini menjadi ruang untuk merawat kebersamaan.
Mushaf dan kurma yang dibagikan mungkin sederhana, namun bagi warga sekitar IKN, perhatian tersebut menghadirkan rasa dilibatkan dalam perjalanan kota yang sedang tumbuh—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan spiritual. (*/Humas Otorita IKN)






