Tak hanya itu, Otorita IKN juga memberikan fasilitasi lanjutan berupa desain dan pencetakan kemasan, serta pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sesuai pedoman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI.
Kegiatan ini turut menghadirkan praktisi usaha sebagai narasumber. Salah satunya, Akbar Moujahid, yang membagikan kisah inspiratif perjalanan bisnisnya.
“Dulu saya pengamen di terminal pada 2012 karena kemampuan saya di musik. Tapi itu bukan kebetulan saya bisa berkembang. Saya menolak untuk miskin,” ungkapnya, memotivasi peserta.
Akbar menekankan pentingnya membangun identitas usaha melalui brand serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jaringan dan pasar.
“Dengan brand, kita punya karakter. Kenali potensi desa dan diri sendiri. Kalau ingin menembus batas, komunikasikan dengan dunia luar. Kita punya teknologi, punya smartphone, manfaatkan untuk membuka akses,” pesannya.

Narasumber lainnya, Meika Hazim selaku pemilik Coklat Ndalem, menyoroti pentingnya kemasan sebagai strategi pemasaran. Ia menekankan bahwa desain dan cerita di balik produk dapat memperkuat daya tarik sekaligus membangun kepercayaan konsumen. Setiap informasi pada kemasan, menurutnya, harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui program ini, Otorita IKN berharap pelaku usaha lokal mampu memperluas akses pasar secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang hidup dan produktif di Nusantara. (*/Humas Otorita IKN)







