Sinergitas Aparat Gagalkan Ballpress Ilegal di Perbatasan Utara Kalimantan

oleh -
Editor: Ardiansyah
Temuan tim gabungan berupa 8 karung ballpress di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu malam, 22 Februari 2026. Foto: HO/Pendam VI/Mlw
Temuan tim gabungan berupa 8 karung ballpress di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu malam, 22 Februari 2026. Foto: HO/Pendam VI/Mlw
banner 300×250

BorneoFlash.com, NUNUKAN – Penyerahan barang bukti berupa 8 karung ballpress hasil penggagalan tim gabungan TNI kepada pihak Bea Cukai Nunukan, bertempat di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Nunukan, Pada Senin (23/02/2026).

 

Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan tim gabungan yang terdiri dari Satgas BAIS, Satgas Intel Kodam VI/Mulawarman, Intel Korem 092/Maharajalila, dan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Minggu malam, 22 Februari 2026.

 

Temuan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya tumpukan karung mencurigakan yang ditutup terpal hitam di pinggir sungai. Setelah dilakukan pengecekan, tim menemukan 8 karung ballpress berisi pakaian bekas impor ilegal yang masih tersegel kawat.

 

Selanjutnya, barang diamankan ke Pos Koki Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL sebelum dikirim ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan X-ray guna memastikan tidak terdapat barang terlarang lainnya. 

 

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh karung berisi pakaian bekas campuran dengan estimasi total sekitar 800–1.000 potong dan nilai perkiraan mencapai ± Rp40.000.000,-.

 

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa praktik penyelundupan melalui jalur sungai dan jalur tidak resmi perbatasan masih aktif, dengan modus penimbunan sementara (drop system) sebelum didistribusikan oleh jaringan tertentu. 

 

Selain merugikan negara dari sisi penerimaan kepabeanan, praktik tersebut juga berdampak pada pelaku usaha tekstil dalam negeri serta berpotensi terhubung dengan jaringan kejahatan lintas batas lainnya.

 

Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah perbatasan.

 

 “Kami tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang merugikan negara. Sinergi antar satuan dan dukungan masyarakat menjadi kunci dalam setiap pengungkapan.” ucapnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Demokrasi, Ketua DPRD Terima Kunjungan Siswa Siswi SMAN 8 Balikpapan

 

“Kodam VI/Mulawarman akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur rawan guna menutup celah penyelundupan,” tegasnya. (*/Pendam VI/Mlw)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.