BorneoFlash.com, JAKARTA – Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait, menegaskan rencana pengiriman pasukan ke Gaza masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto pada 28 Februari 2026.
“Saya belum bisa memberikan pembaruan karena kami menunggu kehadiran Presiden pada tanggal 28,” ujar Rico kepada pers di Jakarta, Rabu malam.
Menurut dia, Presiden akan menetapkan sejumlah parameter penting. Arahan tersebut mencakup jumlah personel, unsur yang terlibat, lokasi penugasan, serta waktu pelaksanaan.
Kementerian Pertahanan meminta seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia menahan pernyataan. Langkah ini bertujuan mencegah kesimpangsiuran informasi di ruang publik.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia bergabung dengan Badan Perdamaian.
Prabowo juga menyampaikan rencana pengiriman pasukan Indonesia dalam jumlah signifikan.
Dalam kesempatan yang sama, Rico memaparkan perkembangan pembentukan Komponen Cadangan. Program ini melibatkan 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dan dimulai pada April.
Ia menjelaskan proses kini memasuki tahap registrasi dan pendaftaran sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional. Keikutsertaan peserta bersifat sukarela.
Kementerian Pertahanan menetapkan kuota kebutuhan dari 49 kementerian. Selanjutnya, peserta menjalani seleksi kesehatan dan kebugaran untuk memastikan kesiapan fisik.
Terkait komposisi gender, Rico menyerahkan keputusan kepada masing-masing instansi. Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam dua gelombang.
“Gelombang pertama diikuti 2.000 orang dan berlangsung sekitar satu setengah bulan,” kata Rico. (*)








