Menaker juga menekankan agar proses pemilihan tempat magang melalui MagangHub dibuat lebih adil bagi semua daerah.
Peserta tetap bebas memilih perusahaan tujuan, tetapi pemerintah akan membuat perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan di platform dan lebih menarik untuk dipilih, terutama yang memiliki standar pembinaan yang baik.
“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan. Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” katanya.
Menurut Yassierli, perusahaan yang ingin diminati peserta harus menunjukkan komitmen nyata, termasuk menyediakan pembelajaran yang terstruktur serta dukungan fasilitas yang memadai.
Dalam kunjungannya ke PT Ecogreen Oleochemicals, Yassierli mengapresiasi standar pembinaan yang diterapkan perusahaan tersebut. Ia menilai perusahaan ini tidak hanya menjalankan aktivitas industri, tetapi membangun jembatan transisi bagi lulusan baru menuju dunia kerja profesional, termasuk dengan menyediakan fasilitas makan dan tempat tinggal bagi peserta.

“Kami mengapresiasi PT Ecogreen Oleochemicals yang telah memberikan standar tinggi dalam pemagangan. Ini adalah contoh konkret kolaborasi pemerintah dan industri untuk menyiapkan fresh graduate menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” ujarnya.
Salah satu peserta magang, Radja Ghiffary Al Hakim, lulusan Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala, mengaku mendapatkan peningkatan signifikan pada kemampuan teknis maupun keterampilan nonteknis selama mengikuti program tersebut.






