BorneoFlash.com, YERUSALEM – Amerika Serikat (AS) mengerahkan tambahan aset militer ke bandara utama Israel serta mengevakuasi diplomatnya dari Lebanon pada Senin (23/2/2026).
Langkah ini memicu spekulasi mengenai potensi eskalasi dengan Iran menjelang lanjutan pembicaraan nuklir.
Dalam 24 jam terakhir, militer AS menerbangkan tanker pengisian bahan bakar udara dan pesawat angkut berat C-17 Globemaster ke Bandara Ben Gurion, Israel.
Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan pengerahan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kehadiran militer AS di kawasan.
Menurut Kan, Washington menyiapkan langkah yang lebih luas terkait kemungkinan skenario terhadap Iran. Seiring meningkatnya ketegangan dengan Teheran, AS juga mengirim tambahan jet tempur, kapal induk, dan berbagai aset pendukung.
Di sisi lain, pejabat AS menegaskan bahwa semua opsi tetap terbuka apabila diplomasi gagal. Iran merespons dengan memperingatkan akan melakukan serangan balasan terhadap target AS dan Israel jika diserang.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Lebanon mengevakuasi puluhan staf melalui Bandara Beirut. Media Lebanon, LBCI, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan untuk mengantisipasi potensi eskalasi regional.
Perkembangan ini terjadi setelah dua putaran pembicaraan nuklir tidak langsung AS–Iran digelar di Muscat (6 Februari) dan Jenewa (17 Februari).
Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyatakan putaran berikutnya akan berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa. (*)






