Peluang usaha seperti warung makan, penginapan, bengkel, hingga penjualan produk UMKM lokal diprediksi akan tumbuh seiring bertambahnya mobilitas orang dan barang.
Kepala Desa Pelawan, Nurhanuddin mengaku bersyukur akhirnya jembatan yang dibangun sejak tahun 2014 ini akhirnya rampung dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tidak hanya memudahkan akses transportasi masyarakat. Hadirnya jembatan ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Berau ini.
“Mewakili masyarakat Desa Pelawan kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur,”ujarnya.
Hadirnya jembatan yang memiliki panjang keseluruhan 390 meter tersebut, sambung Nurhanuddin akan menjadi akses strategis perekonomian masyarakat yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani kelapa sawit di wilayah yang masuk di wilayah Kecamatan Sangkulirang tersebut.

Adanya jembatan ini menjadi mimpi yang terwujud. Mereka akhirnya bisa menikmati fasilitas jembatan.
Yang mana sebelumnya mereka hanya mengandalkan ponton (penyeberangan) untuk mendistribusikan hasil pertaniannya dan kadang-kadang terkendala cuaca sehingga berdampak terhadap kualitas komoditas yang akan pasarkan.
“Semoga dengan adanya jembatan ini bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga Pelawan, ” ujarnya. (*/kutaitimurkab.go.id )






