Kontroversi Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Gubernur Rudy Beri Penjelasan

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
banner 300×250

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Sorotan publik terhadap pengadaan kendaraan dinas bernilai miliaran rupiah oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. 

 

Isu ini mencuat di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

 

Menanggapi hal tersebut, Rudy mengajak masyarakat untuk melihat persoalan secara lebih jernih, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan. Ia mengingatkan agar polemik tidak berkembang menjadi perbincangan yang berpotensi menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.

 

“Dalam suasana Ramadan ini, saya mengimbau agar masyarakat tidak terlibat dalam pembicaraan yang tidak produktif dan berpotensi menimbulkan dosa,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna ke-3 DPRD Provinsi Kalimantan Timur, pada Senin (23/2/2026).

 

Rudy menegaskan, hingga saat ini dirinya belum difasilitasi kendaraan dinas operasional di Kalimantan Timur. Ia mengaku masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitasnya, meskipun kondisinya sudah tidak prima.

 

“Kendaraan yang saya gunakan saat ini merupakan milik pribadi. Kondisinya memang sudah kurang layak, namun hal tersebut tidak menjadi kendala karena yang utama adalah pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kendaraan dinas yang menjadi perbincangan saat ini tidak berada di Kalimantan Timur, melainkan di Jakarta. 

 

Keberadaan mobil tersebut, kata dia, diperuntukkan bagi kebutuhan kegiatan kepala daerah yang berkaitan dengan agenda nasional maupun internasional.

 

Kendaraan dinas tersebut saat ini berada di Jakarta karena digunakan untuk menunjang aktivitas kepala daerah dalam berbagai agenda strategis,” terangnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.