Menurut Rudy, posisi Kalimantan Timur yang strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat daerah ini kerap menerima kunjungan penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Oleh sebab itu, ia menilai penting untuk menjaga citra daerah, termasuk dalam hal fasilitas penunjang.
“Kalimantan Timur merupakan representasi Indonesia dalam skala daerah. Tamu yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, sehingga penting menjaga citra daerah, termasuk dalam penggunaan fasilitas resmi,” tegasnya.
Terkait spesifikasi kendaraan, Rudy memastikan bahwa pengadaan mobil dinas tersebut telah mengikuti ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Ia menyebut, kapasitas mesin kendaraan yang diadakan tidak melebihi batas maksimal yang diatur.
“Pengadaan kendaraan telah mengacu pada regulasi yang berlaku. Kami hanya menentukan spesifikasi kendaraan sesuai kebutuhan, bukan berfokus pada nilai harganya,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Rudy juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar dirinya bersama jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Saya memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat Kalimantan Timur agar kami senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Sebelumnya, pengadaan mobil dinas untuk gubernur dengan nilai mencapai Rp8,5 miliar menuai kritik publik.
Nilai tersebut dinilai setara dengan kendaraan kategori ultra-mewah, seperti Bentley Continental GT V8 S, sehingga memunculkan perdebatan mengenai sensitivitas anggaran di tengah upaya efisiensi yang sedang berlangsung.








