Rencananya, fasilitas itu akan ditempatkan di lantai dua bangunan karena dinilai paling representatif serta tidak mengganggu aktivitas pedagang di lantai utama.
Skema pemanfaatannya pun dirancang terbuka, termasuk kemungkinan disewakan bagi pelaku usaha, komunitas, maupun masyarakat umum.
Ia menyebut pengembangan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan setiap ruang publik memiliki nilai guna dan dampak ekonomi.
“Kita mau setiap sudut yang ada di sana itu hidup. Jangan ada ruang yang menganggur. Semua harus punya manfaat dan memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Realisasi pembangunan ditargetkan dapat dilakukan tahun ini, dengan menyesuaikan tahapan perencanaan dan kesiapan teknis.
Pemerintah berharap kehadiran workspace mampu menjadi daya tarik baru bagi Tangga Arung Square sekaligus membuka peluang masuknya tenant-tenant berskala nasional di masa mendatang.








