BorneoFlash.com, JAKARTA – Perum Bulog menargetkan tambahan stok Minyakita hingga 100.000 ton untuk pasar. Bulog juga meminta pasokan tambahan dari produsen minyak goreng.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan langkah ini untuk menekan harga Minyakita. Bulog seharusnya menerima 60.000 ton per bulan, namun realisasi Februari baru mencapai 45.000 ton.
“Kami akan meningkatkan distribusi hingga 90.000–100.000 ton untuk persiapan Ramadan dan Idul Fitri agar daerah tidak kekurangan stok,” ujarnya di Jakarta.
Selain itu, Bulog memperluas penyaluran melalui kios Bulog di 146 pasar Jakarta. Melalui skema ini, Bulog menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer sehingga harga di tingkat konsumen mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ahmad Rizal menegaskan Bulog ingin mencegah lonjakan harga. “Kami masih menemukan harga Minyakita mencapai Rp19.000 per liter. Karena itu, kami mempercepat penanganan agar kenaikan signifikan tidak terulang,” katanya.
Pemerintah menetapkan HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Sejalan dengan itu, Kementerian Perdagangan mewajibkan 35% penyaluran Minyakita melalui BUMN Pangan, termasuk Bulog, sebagai distributor pertama ke pengecer.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. (*)








