BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Ramadan 1447 Hijriah tak hanya soal pengamanan masjid dan arus mudik. Tahun ini, aparat kepolisian di Balikpapan memberi perhatian khusus pada potensi gangguan kamtibmas yang muncul dari tren remaja, seperti Sahur on the Road, perang sarung, hingga balap liar.
Kapolresta Balikpapan, Kombse Pol. Jerrold H.Y. Kumontoy, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah konkret berbasis evaluasi kejadian tahun sebelumnya.
“Data tahun lalu menjadi pijakan kami untuk menyambut Ramadan tahun ini. Ada beberapa kegiatan menonjol yang perlu diantisipasi,” ujarnya, pada Minggu (22/2/2026).
Fenomena Sahur on the Road menjadi perhatian karena kerap melibatkan kelompok remaja yang berkumpul hingga menjelang subuh. Dalam beberapa kasus di berbagai daerah, aktivitas tersebut berkembang menjadi aksi perang sarung yang berujung cedera serius.
Jerrold mengungkapkan, terdapat kejadian di tahun sebelumnya yang menyebabkan korban mengalami luka permanen. Hal inilah yang menjadi alarm bagi kepolisian.
Sebagai langkah pencegahan, jajaran Bhabinkamtibmas akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, bekerja sama dengan perangkat kelurahan dan keluarga.








