BorneoFlash.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran untuk menekan Teheran agar menerima kesepakatan nuklir.
The Wall Street Journal melaporkan hal itu pada Kamis (19/2/2026) dengan mengutip sumber yang mengetahui pembahasan.
Menurut laporan tersebut, AS dapat melancarkan serangan dalam hitungan hari jika Trump menyetujui opsi itu. AS membidik situs militer serta fasilitas pemerintah Iran.
Jika Teheran tetap menolak tuntutan nuklir Washington, pemerintahan Trump menyiapkan operasi yang lebih besar, termasuk opsi yang mendorong “pergantian rezim”.
Hingga kini, Trump belum mengambil keputusan final. Ia meninjau beberapa skenario, mulai dari operasi sekitar sepekan hingga gelombang serangan berskala lebih kecil.
Pada Kamis, Trump memberi Iran tenggat 10–15 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir. Ia memperingatkan konsekuensi “sangat buruk” jika diplomasi gagal, tetapi tidak merinci tujuan militer AS.
Sementara itu, Axios melaporkan pada Rabu (18/2/2026) bahwa seorang penasihat Trump memperkirakan peluang serangan mencapai 90 persen dalam beberapa pekan jika perundingan buntu. Laporan itu juga menyinggung kemungkinan keterlibatan Israel.
Di sisi lain, AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Media setempat melaporkan kapal induk USS Gerald R. Ford mendekati Gibraltar untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di perairan sekitar Iran. (*)








