BorneoFlash.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mereformasi pasar modal demi memperkuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir menyampaikan hal itu usai pertemuan Presiden dengan investor internasional di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Menurut Pandu, investor besar dari Los Angeles, New York, London, serta beberapa negara di Eropa menghadiri pertemuan tersebut. Mereka berdiskusi intensif dengan Presiden selama kurang lebih dua jam.
“Kami membahas reformasi pasar modal,” ujar Pandu.
Ia menambahkan, para investor menilai pasar modal berperan krusial dalam membangun kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Dalam diskusi itu, Presiden menekankan pentingnya penguatan sistem hukum dan kepastian hukum sebagai fondasi reformasi. Pandu menyebut penekanan tersebut mendapat apresiasi luas.
“Banyak pihak menyoroti aspek confidence building. Mereka sangat mengapresiasi fokus Presiden pada penguatan legal system dan legal certainty,” jelasnya.
Selain itu, Pandu mengatakan pembentukan BPI Danantara memperoleh respons positif. Ia menjelaskan, investor global telah terbiasa bermitra dengan berbagai sovereign wealth fund sehingga memandang Danantara sebagai calon mitra strategis di Indonesia.
Pandu menambahkan, sejumlah investor menyampaikan minat untuk berinvestasi melalui skema kemitraan, dengan Danantara sebagai salah satu pintu masuk investasi. (*)






