Tim KNKT yang tiba di Tarakan pada Jumat pagi masih mengumpulkan informasi awal sebelum bergerak ke lokasi kejadian di Krayan.
“Kami belum meninjau langsung ke lokasi karena kondisi medan berbukit, licin, dan cukup sulit dijangkau. Semua langkah dilakukan dengan hati-hati,” katanya.
Dalam investigasi ini, KNKT mengirimkan dua investigator yang akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap serpihan pesawat, jejak penerbangan, serta aspek operasional lainnya.
Hasil investigasi akan disusun dalam dua tahap. Laporan awal dijadwalkan terbit sekitar satu bulan setelah kejadian, berisi kronologi dan temuan awal.
Sementara laporan final yang memuat analisis menyeluruh serta rekomendasi keselamatan diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu tahun.
“Hasil investigasi ini nantinya menjadi panduan mitigasi risiko bagi operator penerbangan, khususnya yang melayani rute perintis dan pengangkutan BBM ke wilayah perbatasan,” terang Voltha.
KNKT menegaskan investigasi ini bukan untuk kepentingan hukum, melainkan murni untuk meningkatkan aspek keselamatan penerbangan nasional.
“Hasilnya diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh stakeholder agar sistem keselamatan penerbangan semakin baik,” tutup Voltha. (*)




