“Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk terlibat secara langsung dan saling bertukar pengetahuan, gagasan, serta perspektif satu sama lain. Momen seperti ini menjadi fondasi bagi dialog yang terbuka dan mendorong kolaborasi yang berdampak antara universitas dan industri guna mendukung terwujudnya keberlanjutan,” ungkap Steffen Nijhuis.
Site Manager SPU, Billy Sunyoto, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara dunia akademik dan industri energi, khususnya dalam mendukung praktik operasional migas yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.
“PHM tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga pada bagaimana kami menciptakan nilai berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap interaksi ini menjadi ruang pembelajaran dua arah, di mana kami dapat memperoleh perspektif dunia akademik,” ungkapnya.
Kegiatan kunjungan akademik ini dirancang sebagai forum pembelajaran bersama dan dialog dua arah guna memperkaya perspektif akademik maupun praktis.

Para peserta mendapatkan wawasan langsung mengenai integrasi antara kegiatan industri hulu migas, pelestarian lingkungan, dan kontribusi sosial Perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
“Melalui kolaborasi ini, PHM menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kemitraan strategis dengan institusi pendidikan, baik nasional maupun internasional, sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi, pertukaran pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan energi yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)






