“Saya pesan supaya tidak eksklusif. Semua anak punya kesempatan yang sama. Saya yakin kemampuan komunikasi dan bahasa asing anak-anak kita cukup baik,” katanya.
Ia menambahkan, selain bahasa, penguasaan seni dan budaya lokal juga menjadi nilai penting dalam pertukaran internasional. Kemampuan menari, memahami budaya daerah, hingga kecakapan presentasi akan menjadi bekal kuat saat berinteraksi di kancah global.
Pemkot Balikpapan berencana menindaklanjuti penjajakan ini melalui Bagian Kerja Sama dengan melibatkan Dinas Pendidikan serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program berjalan sistematis dan menjangkau lebih banyak pelajar.
Kerja sama ini diharapkan bukan hanya membuka akses pendidikan global, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya kota.
Pelajar Balikpapan dapat menjadi duta yang memperkenalkan seni, budaya, dan karakter masyarakat kota di mata dunia.
“Ini kesempatan anak-anak muda kita untuk belajar secara global, mengeksplorasi kecerdasan dan kemampuan mereka, sekaligus membawa nama baik Balikpapan,” tutup Bagus.
Peluang yang tidak dibatasi jumlah peserta, Balikpapan kini bersiap melahirkan lebih banyak generasi muda berwawasan internasional yang mampu bersaing dan berkontribusi di era globalisasi. (*)








