Purnomo mengungkapkan, total kebutuhan pegawai yang diusulkan mencapai sekitar seribu orang. Jumlah tersebut mencakup tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis lainnya.
Untuk sektor pendidikan, formasi yang diajukan meliputi guru kelas dan guru mata pelajaran. Sedangkan di bidang kesehatan, kebutuhan mencakup bidan, dokter, perawat, hingga tenaga analis kesehatan.
“Tenaga pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas tahun 2026. Mudah-mudahan kebutuhan riil kita dihitung sesuai kondisi di lapangan dan usulan bisa disetujui,” katanya.
Menurut Purnomo, biasanya informasi persetujuan formasi dari pemerintah pusat keluar pada pertengahan hingga akhir tahun, sekitar Juli sampai September. Jika disetujui, seleksi bisa dilaksanakan pada akhir tahun 2026.
“Kita tunggu hasil evaluasi dari Menpan. Mudah-mudahan secepatnya ada kepastian, sehingga akhir tahun bisa dilakukan seleksi,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Balikpapan untuk memperkuat pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Jika formasi disetujui penuh, diharapkan kekurangan tenaga di dua sektor vital tersebut dapat teratasi secara bertahap mulai 2026 mendatang.







