Disnaker Balikpapan Ungkap Tiga Penyebab Lowongan Tak Terisi

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Data terbaru Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mencatat sekitar 5.000 pencari kerja terdaftar melalui pembuatan kartu AK1. Ironisnya, di saat yang sama sejumlah lowongan kerja di berbagai perusahaan belum sepenuhnya terisi.

 

Pelaksana Tugas (Plt) KepalaDisnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengungkapkan secara jumlah, lowongan kerja dan pencari kerja sebenarnya relatif seimbang. Namun, proses penyerapan belum berjalan maksimal. 

 

“Data terakhir kurang lebih 5.000 pencari kerja. Lowongan ada, tetapi memang belum bisa terserap seluruhnya,” ujarnya.

 

Adamin memaparkan, ada tiga faktor utama yang membuat banyak posisi belum terisi, yakni rendahnya minat pencari kerja terhadap jenis pekerjaan yang tersedia. Ia menyebut, cukup banyak lowongan di sektor marketing atau pemasaran yang kurang diminati.

 

Selain itu, ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan. Beberapa perusahaan, misalnya di bidang kesehatan, mensyaratkan minimal Diploma II (D2), sementara sebagian pelamar masih lulusan SMK sehingga belum memenuhi standar. 

 

Termasuk minimnya pengalaman kerja maupun sertifikasi yang dipersyaratkan perusahaan. “Banyak perusahaan mensyaratkan pengalaman atau sertifikasi tertentu, sementara tenaga kerja kita belum memiliki itu,” jelasnya.

 

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Disnaker Balikpapan mulai melakukan roadshow dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan, agar bersedia menerima tenaga kerja pemula melalui program magang.

 

Langkah ini diharapkan memberi kesempatan bagi pencari kerja yang belum berpengalaman, untuk memperoleh jam terbang sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

 

Saat ini, sudah ada tiga perusahaan yang dijajaki untuk program tersebut. Dalam empat bulan ke depan, Disnaker menargetkan lebih banyak perusahaan bergabung. “Kalau satu perusahaan bisa menerima lima orang magang, dan ada 20 perusahaan yang terlibat, tentu ini cukup membantu,” kata Adamin.

Baca Juga :  Pastikan Oksigen Medis di Kaltim, Pupuk Kaltim Antisipasi Kelangkaan Oksigen 

 

Ia berharap dunia usaha membuka ruang bagi tenaga kerja pemula agar persoalan mismatch antara lowongan dan pencari kerja bisa ditekan, sekaligus menurunkan angka pengangguran di Balikpapan. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.