Menurutnya, IKN adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ASN mampu bekerja lintas sektor, mengelola konflik kepentingan, menghadirkan layanan terintegrasi, serta membangun budaya melayani berbasis shared outcome.
“ASN IKN merupakan pelopor yang bukan hanya menata, tetapi juga memulai dari awal. Bukan sekadar memperbaiki sistem, melainkan membangun peradaban dan tata kelola baru yang nantinya sudah siap ketika ASN lainnya datang,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto berharap momentum kehadiran MenPANRB dapat menjadi penyemangat bagi ASN di IKN dalam membangun tata kelola pemerintahan masa depan.
“Kehadiran Ibu Menteri PANRB memberikan semangat bagi kita semua yang bekerja di Nusantara,” kata Bimo.

Rini menekankan, kunci keberhasilan pembangunan kota cerdas terletak pada kualitas manusianya. Aparatur dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta memahami ekosistem digital yang akan menjadi tulang punggung tata kelola pemerintahan di masa depan.
Standar kompetensi digital yang jelas dan terukur, disertai pemetaan terintegrasi, dinilai penting untuk memastikan transformasi birokrasi di IKN berjalan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)





