Alokasi Bankeu 2026 Menurun, Samarinda Tetap Terima Porsi Terbesar

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali tercatat sebagai penerima bantuan keuangan (bankeu) terbesar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun anggaran 2026 dengan nilai Rp311 miliar. 

 

Meski masih menjadi yang tertinggi, angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp575 miliar.

 

Penurunan alokasi ini terjadi seiring kebijakan penyesuaian fiskal yang berdampak pada kemampuan keuangan daerah.

 

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak hanya dirasakan oleh pemerintah kabupaten dan kota, tetapi juga di tingkat provinsi.

 

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari berkurangnya dana transfer ke daerah.

 

“Pengurangan anggaran tidak hanya dirasakan oleh pemerintah kabupaten dan kota, tetapi juga oleh pemerintah provinsi. Bahkan, terdapat kemungkinan alokasi anggaran pada tahun mendatang kembali mengalami penyesuaian,” ujarnya, pada Jumat (13/2/2026).

 

Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi bankeu untuk Samarinda dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren fluktuatif. 

 

Pada 2023 tercatat Rp354 miliar, meningkat menjadi Rp588 miliar pada 2024, kemudian sedikit menurun menjadi Rp575 miliar pada 2025, dan turun cukup tajam menjadi Rp311 miliar pada 2026.

 

Penurunan juga terjadi di sejumlah daerah lain, Kabupaten Berau mengalami penurunan dari Rp337 miliar pada 2025 menjadi Rp222 miliar pada 2026.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.