Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Rakyat, “Dua Sayap Pendidikan Indonesia”

oleh -
Editor: Ardiansyah
Ilustrasi
Ilustrasi

Transformasi yang sejati dalam perspektif Freire adalah ketika siswa mampu melakukan konsientisasi—menyadari realitas dunianya dan bergerak untuk mengubahnya.

 

Di sisi lain, Sekolah Rakyat adalah perwujudan dari visi “Pendidikan bagi Semua”. 

 

Sekolah ini adalah medan perjuangan melawan kebodohan yang sering kali berakar pada kemiskinan. Paulo Freire menekankan bahwa pendidikan bagi kaum tertindas haruslah bersifat pedagogi pembebasan. 

 

Sekolah Rakyat tidak boleh sekadar menjadi tempat penampungan bagi mereka yang “tidak mampu”, melainkan harus menjadi ruang di mana rakyat mengenali potensi dirinya sebagai subjek sejarah, bukan objek.

 

Ki Hadjar Dewantara melalui konsep Taman Siswa memberikan fondasi kuat bagi Sekolah Rakyat: pendidikan harus berhamba pada anak.

 

Sekolah Rakyat adalah tempat di mana nilai budaya luhur dipelihara agar anak tidak kehilangan akar (nasionalisme), meski ia diterpa badai modernitas. Bagi Ki Hadjar, kemerdekaan adalah tujuan akhir—kemerdekaan batin, pikiran, dan tenaga.

 

Sekolah Rakyat bukan berarti sekolah “murahan”, melainkan sekolah yang mencerminkan kedaulatan rakyat.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.