Maggot yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan ternak dan ikan.
Dengan demikian, siklus ekonomi lokal pun terbentuk dari sampah rumah tangga, diolah oleh warga, lalu dimanfaatkan kembali untuk sektor produktif.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Balikpapan melalui kecamatan menyalurkan hibah kendaraan roda dua kepada sejumlah KSM, termasuk KSM Korantum.
Setiap kelompok menerima dua unit sepeda motor, dengan total 10 unit kendaraan yang diserahkan untuk menunjang operasional pengangkutan sampah dan aktivitas rumah maggot.
Rosin menegaskan, program ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota dalam mengurangi beban TPA yang kapasitasnya semakin terbatas. Ia berharap, model pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini dapat direplikasi di kelurahan lain di Balikpapan.
“Melalui kecamatan, kami hadir membantu masyarakat mengolah sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Lingkungan terjaga, ekonomi warga pun bergerak,” ujarnya.
Di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan, rumah maggot di Balikpapan Kota membuktikan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal.
Dari langkah sederhana berbasis gotong royong, lahir solusi yang memberi manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan warga sekaligus. (*)





