“Secara umum ruangan telah rampung. Saat ini fokus penyempurnaan berada pada aspek aksesibilitas serta pemenuhan alat kesehatan tambahan yang akan dilakukan selama masa pemeliharaan,” jelasnya.
Meski sebagian besar fasilitas akan dilengkapi dengan alat kesehatan baru, RSUD AWS tetap akan memanfaatkan sejumlah peralatan dari gedung lama yang dinilai masih layak pakai.
“Beberapa perlengkapan seperti tempat tidur dan lemari pasien telah melalui proses pengecekan dan masih dalam kondisi sangat baik. Mengingat sebagian besar tempat tidur yang dimiliki sudah berteknologi modern, maka masih sangat layak digunakan di Gedung Pandurata,” ungkap Nurliana.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur, RSUD AWS menargetkan pemenuhan standar pelayanan paripurna.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Kesehatan yang mengganti sistem kelas layanan menjadi berbasis kompetensi, yakni Dasar, Madya, dan Paripurna.
Untuk mendukung pengoperasian 24 jenis layanan kesehatan di Gedung Pandurata, dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan, total kebutuhan dana mencapai sekitar Rp200 miliar.
“Saat ini telah tersedia anggaran kurang lebih Rp150 miliar melalui Dinas Kesehatan untuk mendukung operasional Gedung Pandurata serta penunjang 24 layanan kesehatan,” pungkas Nurliana Adriati Noor.






