BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan diwarnai aksi turun ke jalan oleh Aliansi Balikpapan Melawan, di Balai Kota, pada Senin (09/2/2026).
Aksi ini tidak hanya membawa isu lokal, tetapi juga mengaitkannya dengan persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung ke daerah.
Koordinator lapangan aksi dari Universitas Balikpapan, Jusliadin, menyebut demonstrasi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi pendidikan nasional, menyusul meninggalnya seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disebut tidak mampu membeli buku dan alat tulis.
“Peristiwa itu memukul hati kami. Berdasarkan kajian dan literatur yang kami baca, program MBG justru memangkas anggaran pendidikan. Saat ini sudah ada masyarakat yang mengajukan judicial review,” kata Jusliadin.
Ia menilai kebijakan tersebut berimplikasi langsung terhadap daerah, termasuk Balikpapan, yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Aliansi ini mendesak agar program MBG di Balikpapan dihentikan sementara dan dikaji ulang.
“Di Balikpapan masih kekurangan guru, tapi anggaran pendidikan malah terpangkas. Guru-guru seakan dibiarkan tanpa solusi,” ujarnya.
Selain isu nasional, massa aksi juga menyoroti persoalan banjir yang dinilai tak kunjung tuntas dari tahun ke tahun. Mahasiswa menuntut Pemerintah Kota Balikpapan melakukan audit menyeluruh terhadap kapasitas drainase dan kolam retensi di seluruh wilayah kota.
“Banjir selalu berulang. Kami minta audit total, baik di Balikpapan Kota, Utara, Barat, dan wilayah lainnya,” tegas Jusliadin.







