“Prestasi seperti Adipura Kencana, penghargaan kota berkelanjutan tingkat ASEAN, hingga pengakuan sebagai kota paling layak huni, adalah warisan berharga dari komitmen para pemimpin terdahulu,” ungkapnya.
Di usia ke-129 ini, Rahmad Mas’ud menekankan bahwa tugas pemerintah dan masyarakat bukan hanya merayakan capaian masa lalu, tetapi melanjutkan semangat perjuangan untuk membawa Balikpapan menjadi barometer nasional dan kota yang diakui di kancah global.
Sesuai amanat Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2025, arah pembangunan tahun 2026 difokuskan pada pemantapan seluruh sektor pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan modern.
Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah kota memilih memperkuat fondasi yang telah dibangun agar Balikpapan benar-benar siap menjadi kota global yang nyaman.
Transformasi birokrasi, percepatan digitalisasi layanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga penataan wajah kota terus dipacu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Rahmad Mas’ud menegaskan, pembangunan fisik harus diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia. Melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang prima, pemerintah kota menargetkan lahirnya generasi muda Balikpapan yang mampu menjadi aktor utama di panggung global.
Selain itu, penguatan ekonomi kreatif hingga tingkat kelurahan juga menjadi perhatian, guna menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Di usia ke-129 ini, mari kita melangkah bersama, menjaga harmoni, dan membangun masa depan Kota Balikpapan agar tetap menjadi rumah yang nyaman dan berdaya tahan bagi generasi mendatang,” tutupnya. (*)


