BorneoFlash.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci penting agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu meningkatkan daya saing dan berkembang mengikuti perubahan pola perdagangan.
Wakil Bupati Kukar, H Rendi Solihin, mengatakan banyak pelaku UMKM di daerah memiliki produk yang berkualitas, namun masih menghadapi kendala dalam hal pemasaran dan perluasan jangkauan pasar.
“Produk UMKM kita sebenarnya sudah bagus. Tantangannya sekarang bukan lagi di produksi, tetapi bagaimana cara menjual dan memasarkannya,” ungkap Rendi Solihin, pada Senin (9/2/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah mendorong UMKM agar tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga memahami sistem perdagangan digital yang kini semakin berkembang.
Pemahaman teknologi, strategi pemasaran, hingga pengelolaan penjualan daring menjadi bagian penting dalam pembinaan UMKM.
“Kita ingin UMKM bisa mandiri, mampu memasarkan produknya sendiri, dan mengikuti perkembangan pasar,” ujarnya.
Rendi menyebutkan, kawasan Tangga Arung Square, Tenggarong, menjadi salah satu titik awal penguatan UMKM, sekaligus ruang pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha menghadapi pasar digital.
“Dari situ kita siapkan pendampingan, peningkatan kualitas SDM, sampai kesiapan UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Ia menegaskan, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar UMKM Kukar dapat naik kelas dan bersaing secara berkelanjutan.
“Target kita jelas, UMKM Kukar harus naik kelas dan mampu bersaing di era perdagangan digital,” pungkas Rendi.






