Selain itu, menurut Supriady, kombinasi dengan pendekatan baru yang menargetkan reservoir minyak yang ditinggalkan dalam kurun waktu yang cukup lama karena alasan produksi kumulatif yang sudah cukup masif, ternyata masih memiliki probabilitas untuk mendapatkan minyak yang cukup tinggi.
“Sumur ini dibor secara directional, menggunakan rig PT Pertamina Drilling Drilling Services Indonesia (PDSI) dengan kekuatan 700 horse power, hingga kedalaman akhir 1.545 meter,” imbuhnya.
Ia menambahkan, keberhasilan di sumur NKL-1183 ini semakin membuka harapan dan optimisme untuk pengusulan sumur-sumur pengembangan berikutnya di lapangan North Kutai Lama atau NKL ini.
Selanjutnya, tahapan operasional yang dilakukan adalah melanjutkan uji produksi dan mengalirkan sumur dengan laju produksi optimal. Hal itu bertujuan menjaga kualitas reservoir dan memastikan keberlanjutan kinerja sumur.
Senior Field Manager Pertamina EP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, menyampaikan bahwa pengembangan sumur dan uji coba ini menunjukkan komitmen PEP Sangasanga Field untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi.

”Kami meyakini investasi dalam pengeboran sumur-sumur baru diperlukan untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan mempertahankan tingkat produksi sehingga dapat mendukung ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Sigid menambahkan komitmen perusahaan tidak hanya untuk mempertahankan penurunan alamiah produksi, namun untuk meningkatkan produksi yang penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
”Keberhasilan uji produksi sementara sumur NKL-1183 ini merupakan bagian dari upaya PEP Sangasanga Field dalam menemukan dan mengembangkan potensi reservoir baru di area existing guna mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” pungkasnya. (*)







