BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Harapan hidup pesut air tawar di Sungai Mahakam kini berada di ujung waktu.
Populasinya yang tersisa hanya 66 ekor membuat pemerintah menyiapkan langkah-langkah darurat, guna menyelamatkan satu-satunya mamalia air tawar endemik Indonesia tersebut dari kepunahan.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, dijadwalkan turun langsung ke Sungai Mahakam untuk meninjau kondisi habitat pesut dan mengidentifikasi berbagai gangguan yang kian mengancam keberadaannya.
“Waktu saya berkunjung jumlah pesut masih 62 ekor, sekarang menjadi 66. Ada kelahiran, tapi juga ada kematian. Ini menunjukkan situasinya masih sangat rapuh,” ujar Hanif, saat melakukan peninjauan pengolahan sampah di Balikpapan, pada Jumat (6/2/2026).
Peninjauan lapangan akan dilakukan bersama tim lintas kementerian, melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta instansi terkait lainnya.
Fokus utama adalah merumuskan langkah konkret untuk memperbaiki dan melindungi habitat pesut.
Salah satu ancaman terbesar yang disoroti adalah aktivitas pengangkutan batu bara yang masih melintasi sungai-sungai kecil di kawasan habitat pesut.
Padahal, dua sungai utama yang menjadi jalur hidup pesut telah ditetapkan sebagai sungai konservasi oleh Kementerian KKP dan secara regulasi tidak diperbolehkan dilalui tongkang, berdasarkan aturan Kementerian Perhubungan.





