Menteri LH Tinjau Permukiman hingga Pasar di Balikpapan, Verifikasi Pengolahan Sampah Jelang Adipura

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau langsung sejumlah titik di Kota Balikpapan, untuk melihat kondisi pengelolaan sampah secara langsung. 

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi nasional pengelolaan sampah, sekaligus verifikasi calon penerima penghargaan Adipura.

 

Tinjauan dimulai dari Kampung Pinisi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, dilanjutkan ke Pasar Baru. Menteri LH kemudian menuju Kampung Bungas di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, serta Pasar Pandansari di Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Jumat (6/2/2026).

 

Hanif menjelaskan, kunjungan lapangan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan persoalan sampah sebagai isu nasional prioritas. Selama satu tahun terakhir, Kementerian Lingkungan Hidup melakukan pemantauan detail terhadap pengelolaan sampah di daerah.

 

“Pada Desember lalu kami melakukan evaluasi akhir, kemudian Januari dilakukan review penilaian di seluruh kabupaten dan kota. Dari total 514 daerah, yang dinilai sebanyak 471 kabupaten/kota, di luar Papua,” ujar Hanif.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Saat meninjau langsung sejumlah titik di Kota Balikpapan, pada Jumat (6/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Saat meninjau langsung sejumlah titik di Kota Balikpapan, pada Jumat (6/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Dari hasil penilaian sementara tersebut, hanya empat daerah yang memiliki nilai di atas 75 dan berpotensi meraih Adipura, yakni Surabaya, Balikpapan, Bontang, dan Kabupaten Ciamis. Namun Hanif menegaskan, penilaian tersebut masih harus diverifikasi melalui pengecekan lapangan secara langsung.

 

“Secara visual, di Balikpapan kami masih melihat banyak hal yang perlu diperbaiki, khususnya pengelolaan sampah di kawasan permukiman. Karena itu kami harus memastikan penilaian ini objektif agar tidak menimbulkan komplain di kemudian hari,” jelasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.