Dalam kunjungannya, Hanif sengaja tidak meminta pengawalan dari Pemerintah Kota Balikpapan. Ia memilih turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan warga dan melihat kondisi sebenarnya.
“Jalan-jalan utama memang bagus, tapi di permukiman masih banyak yang perlu dibenahi. Sungai-sungai juga belum ramah lingkungan. Ini semua akan memengaruhi penilaian akhir,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari 471 kabupaten/kota yang dinilai, hanya empat daerah berpotensi meraih Adipura, sementara 29 daerah berada pada kategori kota bersertifikat. Sisanya, hampir 400 daerah masih masuk kategori kota kotor.
“Kita sebenarnya dalam kondisi darurat sampah. Karena itu Presiden menggerakkan Gerakan Nasional Indonesia Asri, dan kami mendukung melalui kehadiran langsung di daerah seperti hari ini,” tegas Hanif.

Dalam dialog dengan warga, Menteri mencatat Kampung Bungas sebagai salah satu wilayah yang relatif sudah menjalankan pengelolaan sampah dengan baik.
Namun secara umum, sebagian besar kawasan yang dikunjungi masih belum menerapkan pemilahan sampah dan pengelolaan lingkungan yang memadai.
“Belum ada pemilahan, sampah lingkungan belum terkelola dengan baik. Temuan-temuan ini kemungkinan akan mengoreksi angka penilaian yang sebelumnya diberikan tim,” pungkasnya. (*)







