BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, terus mematangkan langkah untuk mengembangkan potensi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat.
Salah satu upaya terbaru adalah menjadikan bawang tiwai sebagai ikon UMKM unggulan, yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Bawang Tiwai menjadi program tematik Kelurahan Graha Indah dan resmi diluncurkan Camat Balikpapan Utara, Umar Adi saat pelantikan kepengurusan TP-PKK tingkat Kecamatan dan Kelurahan di Balikpapan Utara, yang berlangsung pada Sabtu (31/1/2026).
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, mengatakan wilayahnya memiliki berbagai potensi yang selama ini telah berjalan dan terus dikembangkan.
Mulai dari wisata Mangrove Center yang telah lama menjadi daya tarik, prestasi Posyandu RT 45 yang meraih juara tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 2024, hingga beragam UMKM yang aktif berproduksi.
“Salah satu UMKM kami memproduksi wedang dayak, minuman herbal berbahan utama bawang tiwai atau bawang dayak. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah bahan bakunya masih harus didatangkan dari luar kelurahan, bahkan dari luar Balikpapan Utara,” ujar Arif, pada Jumat (6/2/2026).

Padahal, lanjutnya, produk berbasis bawang tiwai tersebut telah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa. Tingginya permintaan membuat kebutuhan bahan baku terus meningkat. Karena itu, Graha Indah berinisiatif mengembangkan budidaya bawang tiwai secara mandiri.
“Kalau kita bisa menanam sendiri, hasilnya bisa langsung diserap oleh pelaku UMKM di Graha Indah. Ini tentu akan sangat membantu peningkatan ekonomi warga,” katanya.
Arif menilai pengembangan bawang tiwai sangat memungkinkan karena masih tersedia lahan produktif di sejumlah wilayah, seperti RT 67, RT 08, dan sebagian RT 62. Selain menopang UMKM, program ini juga sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal.







